Tampilkan postingan dengan label Tautan Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tautan Islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juni 2014

Rukun Islam




Assalamu'alaikum ikhwan wal akhwat...
Rindu sekali rasanya sudah lama saya tidak mengajar anak-anak generasi Islamiyah.. Untuk mengobati rasa rindu ini saya ingin memposting tentang dasar-dasar Islam.. Termasuk tema kali ini yaitu tentang Rukun Islam.
Langsung aja yukk kita bahas, apa saja sih Rukun Islam itu???

Dalam agama islam, terdapat lima pilar yang menciri khaskan seorang muslim. Pilar ini disebut sebagai Rukun islam. Rukun Islam inilah yang menjadi pedoman umum seroang muslim dalam beribadah kepada Allah.

Rukun Islam

Rukun Islam itu ada 5:
1.Mengucap dua kalimat syahadat.

2.Menunaikan sholat lima waktu dalam sehari semalam.

3.Mengeluarkan zakat.

4.Berpuasa pada bulan Ramadhan.

5.Melaksanakan haji bagi mereka yang mampu.

Makna syahadat

Syahadat, diartikan sebagai gerbang untuk memenuhi fitrah manusia, yaitu untuk beribada kepada Allah swt. syahadat juga meerupakan inti sari dari agama islam. Syahadat bermakna "Menolak" dan "menetapkan".

Pertama, kita menolak bahwa kita menolak segala sesembahan selain dari pada Allah dan kedua, kita meneatapkan bahwa hanya Allah lah Tuhan Yang patut kita sembah

Sedangkan untuk rukun kedua dan ketika, lebih ditekankan pada manusia untuk menjalankan ibadahnya kepada Allah swt. Rukun islam tidak lain bermakna untuk menjadi pedoman bagi manusia, agar selalu mengingat Allah dan senantiasa beribadah kepadanya.

Rabu, 05 Maret 2014

Beberapa Cara Menghidupkan Hati

BAGAIMANA CARA MENGHIDUPKAN HATI….??

Beberapa Cara Menghidupkan Hati  


Hati yang hidup dan senantiasa mengingat nama Allah merupakan nikmat yang tiada taranya. Sebaliknya, hati yang mati merupakan musibah besar. Jika kita hidup dalam kondisi hati yang mati, maka dalam pandangan Allah hidup kita ini tidaklah berarti.
Di bawah ini ada beberapa hal yang dapat menghidupkan hati kita, yaitu sebagai berikut:
1.  Mengingat Allah SWT
Kita tidak perlu membahas lebih jauh mengenai manfaat dari mengingat Allah, karena sudah jelas bagi kita bahwa orang yang berdzikir dengan khusu’, hatinya tidak pernah mati.
Rasulullah Saw. bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir (mengingat Allah) dengan yang tidak seperti orang yang hidup dan yang mati” (HR. Bukhari).
Dalam Al-Quran disebutkan :
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.(Ar-Raad : 28).
2. Mengingat Mati
Manfaat yang bisa diambil dari mengingat mati adalah munculnya motivasi yang luar biasa dalam diri kita untuk terus meningkatkan amal ibadah dan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari setiap dosa.
Sa’id bin Jabir (w. 95 H) berkata: “Jika mengingat mati hilang dari dalam hatiku, maka aku takut hatiku ini menjadi rusak.”
3. Ziarah Kubur
Ziarah kubur merupakan perbuatan yang telah banyak ditinggalkan oleh sebagian besar kaum muslimin dewasa ini. Padahal ia sangat berguna untuk menghidupkan hati kita.
Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Sufyan bin Salim (w. 132 H), seorang ulama salaf, sering datang ke kuburan umum. Ketika diteliti oleh seseorang yang penasaran dengan tingkah laku Sufyan, ternyata di sana dia duduk di depan setiap kuburan sambil menangis, padahal mereka yang dikubur itu bukanlah sanak saudaranya.
Pada saat peristiwa itu diberitahukan kepada Muhammad bin Munkadir (w. 130 H), ia mengatakan: “Mereka itu adalah saudara dan teman-temannya. Ketika hatinya sedang gundah, dia akan melakukankan itu dengan tujuan untuk menggugah hatinya yang gundah dengan cara mengingat orang-orang yang telah mati”.
4. Berkunjung kepada Orang-orang yang Shaleh
Ini merupakan perbuatan yang sangat bermanfaat bagi suasana hati kita. Ja’far bin Sulaiman (w. 123 H), seorang ulama dari golongan Tabi’in berkata:
“Ketika hatiku dilanda kegalauan, aku segera mendatangi Muhammad bin Wasi’ dan menatap wajahnya. Bagiku, beliau bagaikan obat penawar bagi kondisi hatiku”.
Berkunjung dengan orang shalih akan membawa manfaat karena orang shalih itu adalah orang yang menjaga lisannya, ia akan berkata yang baik baik saja, maka kata kata itulah yang akan menggugah hati kita dengan mendengarkan kata yang baik atau sebuah nasehat.
Kita dituntut untuk senantiasa menjaga hati kita agar tidak terjerumus ke dalam godaan setan, seperti riya dan syirik. Abu Hafsh An-Naisaburi (w. 264 H) mengatakan: “Aku menjaga hatiku selama dua puluh tahun, kemudian hatiku menjagaku selama dua puluh tahun”.
Dan sesungguhnya masih banyak cara dalam rangka menghidupkan hati kita, semoga yang sedikit ini kita semua mampu untuk menjalaninya dan mengamalkannya.
Semoga Bermanfaat.
Allahu A’alam

MENJADI PRIBADI MUSLIM


ألاسلام يصلح بالجود و السماحة و اللين و المودة و الرفق و تجنب البخل و الضيق و العجلة و الحقد و الحرص

(فيض القدير شرح الجامع الصغير من أحاديث البشير النذير للعلامة محمد عبد الرؤوف الناوى
... الجزء الأول صحيفة 348 )

Islam itu akan menjadi baik (mashlahat) jika ummat Islamnya mempunyai sifat-sifat: baik hati, toleransi, lembut-lembut, kasih sayang & ramah-tamah, dan menjauhi dari segala sifat-sifat: kikir, sempit, tergesa-gesa (dalam berbuat sesuatu), dengki dan ambisi.

Ummat Islam harus berakhlak mulia dgn cara membina budi pekerti yg luhur dan kasih sayang di antara sesama ummat manusia.
Hal itu diterangkan didalam kajian kitab Faidhul Qadir Syarah Al-Jami'us Shaghir min Ahaditsil Basyirin Hadzir (6 jilid) karya Imam Muhammad Abdurra'uf juz 1 halaman 348.

Senin, 17 Februari 2014

Renungan untuk para suami dan para calon suami

Selama 14 tahun menjadi suami, alm Uje, suami Pipik Dian Irawati menceritakan :

1. Abi selalu menggandeng tangan isterinya saat berjalan, jikapun 1 tangan juga tak bisa menggandeng karena suatu hal,
Abi selalu meminta isterinya yang menggandeng tangannya. Alasannya dia bertanggung jawab atas jalan isterinya supaya selalu aman.

2. Abi selalu mencium kening isterinya di saat-saat tertentu, sebelum dan sepulang bekerja, sesudah shalat, sebelum dan sesudah tidur. Alasannya sebagai tanda bahwa dialah pelindung dan penenang isterinya agar isterinya selalu merasa nyaman.

3. Abi tidak pernah berteriak pada isterinya, karena suara yang keras dari suami untuk isterinya adalah cambuk yang menyakitkan.

4. Abi tidak pernah mencela dan memaki isterinya sebesar apapun kesalahan yang diperbuat, karena makian dan celaan bukan kata yang bijak mengajarkan kebenaran.

5. Abi selalu memeluk dan membelai isterinya jika isterinya berbuat salah, alasannya mulut dan perbuatan isteri adalah tanggung jawab suami, bila isteri sampai tidak terkontrol itu adalah salah suami, sebab itu dia selalu memeluk dan membelai isterinya sambil berkata "maafkan Abi, lain kali jangan kamu ulangi kesalahan itu lagi, jadilah isteri yang soleha dan baik, salahkan Abi saja".

6. Abi selalu bangun sebelum dan berangkat tidur setelah isterinya, alasannya kewajibannyalah untuk melindungi hidup isterinya dimulai saat bangun tidur dan sampai akan tidur, itulah janji suami pada isterinya.

Inilah beberapa hal yang patut kita contoh, agar tercipta kasih sayang dan saling menghargai dalam berumah tangga dalam indahnya beribadah karena Allah.